• Home
  • About
  • Wattpad
    • Darkness Betrayal
Diberdayakan oleh Blogger.

SPEAK NOW

Bunda,
Terlarangkah dunia ini untukku?
Desiran nafas bumi di lautan tak pernah kujamah
Sudut perkotaan tak pernah terekam dalam memori
Sorot rembulan tak pernah sampai ke jendelaku
Aku terlalu ringkih untuk semua itu, katanya
Mungkin karena aku adalah tulang berbungkus kulit
Yang dikenal tubuh ini hanyalah jarum dan obatan
Namun aku benci keduanya
Ayah,
Kau kata aku gadis tercantik di dunia ini
Benarkah begitu?
Gadis cantikkah namanya,
bila kulitmu tak ubahnya serapuh kertas
Serta bibirmu meretak sekering kemarau?
Masihkah aku terlihat normal,
dengan helaian rambut yang menggugur
Serta mata melingkar sekelam gerhana?
Maaf, Ayah
Aku menyangsikannya

Gadis manis akan bertemu dunia yang hangat
Bukan dengan meja jagal yang beku
Akan memilih kemana dia akan berpetualang
Bukan memilih kepada siapa ia akan menyerahkan nyawanya
Itulah yang aku tahu, Ayah

Bunda, sanggupkah aku bertahan?
Ataukah aku harus mengangkat sauhku,
berlayar menuju tanah kekal abadi?
Melihat mimpiku tenggelam di balik gulungan ombak
Hanya karena aku berbeda?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
http://th08.deviantart.net/fs7/PRE/i/2005/259/a/b/Oliver_Twist_by_Visual_Linguistics.jpg
He’s just in his nine
A little too used to being alone
Born without father
Raised with no mother
 Suffered even in a house
That would never be a home
And humiliation become his dinner
Poverty become his power
Runaway, he bring every nothing he own
Where the time feels like stop counting down
Cross  the hell named London
 Punishment  coming for what he never done
Life is never easy, even for a sinner
His tears told more than any letter
But O, Oliver never stop to fight
Until he make everything alright
He diminished every evil
Torn pieces of veil
That covers all hypocrite man
That hiding every sly woman
Oliver allow us to understand
That happiness isn’t  come because a wand
They happen because we fight it
They come along when we worth it


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOj6NHbmb1aEMtrZKZXoRZZIR2Xzt6xx3a43LGEzbpGdM7IJBHfRPgOOa3Yz7EWLgE8w8kieU_0okMzT-tVFfQkZYlMpSexMb1XTnFVChyphenhyphenMgN29xGqyekC77jXGO-R2ka8A-NCYvg5hpjw/s400/oliver-twist-malta-manoel-theatre-2011.jpg



I'm still improving my grammar, so please tell me if I do something wrong here. Enjoy my poem, I hope it can give you any inspiration.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 

Sayup sayup kudengar
Rintihan pahit yang tergetar
dari bibir keringmu
Tangisan dari mata sayumu
mengalir jauh hingga dagumu
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

 Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih

Menulis, misalnya 'Malam runtuh dan bintang menggigil di kejauhan'

Udara malam berpusar di angkasa dan bernyanyi

Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih
Aku pernah mencintainya, dan sesekali dia pernah mencintaiku pula.

Melewati malam-malam seperti ini, aku merengkuhnya dalam pelukanku
Mengecupnya lagi dan lagi, bernaung langit tak berkesudahan

Dia pernah sesekali mencintaiku, dan aku pernah mencintainya pula.
Bagaimana mungkin aku mampu tak mencintai matanya yang dalam dan tenang?

Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih
Mengingat aku tak lagi memilikinya, merasakan kehilangan atas dirinya

Mendengar malam yang mencekam, lebih kejam karena ketiadaannya
Dan bait-bait puisi menghujani jiwa layaknya embun menetesi padang rumput

Tak mengapa bila cintaku tak sanggup menahannya
Langit meruntuh, dan dia tak lagi denganku

Begitulah. Di kejauhan seseorang bersenandung. Di kejauhan
Jiwaku amatlah mati karena kehilangannya

Pandanganku mencarinya seakan akan aku akan pergi menuju kearahnya
Hatiku menelusuri keberadaannya, dan dia tak lagi bersamaku

Malam yang sama, memutihkan pepohonan yang sama
Kami, yang dulu satu, kini tak lagi sama.

Aku tak lagi mencintainya, itu pasti. Namun betapa dahulu aku mencintainnya
Suaraku berusaha menggapai angin untuk menghantar suaraku menuju telinganya

Milik yang lain. Dia akan menjadi milik yang lain. Seperti kecupanku memilikinya dahulu.
Suaranya. Tubuh cemerlangnya. Matanya yang bulat meneduhkan.

Aku tak lagi mencintainya, itu pasti. Namun mungkin aku masih mencintainya
Mencintai sungguh mudah, melupakan tak terkira waktunya.

Karena malam-malam seperti ini sebelumnya, aku merengkuh dia dalam pelukanku
Jiwaku sangatlah mati tanpa kehadirannya.

Mungkin ini akan menjadi luka terakhir yang ia ciptakan dan membuatku menderita
Dan inilah bait-bait terakhir yang aku tulis untuknya


Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar


Ironis
Ya, dunia ini sungguh ironis dengan segala kehablurannya
Membiaskan cahaya bermakna ambigu
Membuat aku teersesat di antara persimpangan jalan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Another bledughers poems, karya Ema, anggota muda Teater Bledhug kita yang bawel :D
Muda, karena dia baru masuk teater waktu udah kelas 11, jadi bisa kita bully perhitungkan sebagai angkatan adik kelas :D
Menurutku Ema ini ratunya galau, tiap kata kata yang keluar dari mulut unyunya ini pasti ngga jauh jauh dari puitisisme *opo iki* dan galauisme, pokoknya hampir mirip gitu deh sama gueh -_-
Karena bakatnya menggalau inilah dia bisa meramu kata kata menjadi puisi yang membuat banyak orang tergigu karena saking jlebhnya si puisi itu, kok aku bisa bilang gitu? ya soalnya aku sering ngalamin si, habis baca puisinya Ema aku langsung mojok meratapi nasib -_-
Tapi puisi yang mau aku angkat ini ngga termasuk puisi galau, masih dini hari gini mbaca puisi galau ya sama aja bunh diri, ck -_-
Daripada kelamaan nglantur yuk di cek sekarang :D

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar


Puisi karyaku ini aku dedikasikan untuk seseorang yang pernah mengisi hariku selama hampir 14 bulan. Terimakasih kamu, pernah begitu menghargai keberadaanku di dunia ini. Semoga rahmat dan kasih Tuhan mnyertaimu, sepanjang hidupmu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Puisi ini merupakan karya dari adik kelasku, yang termasuk ke dalam Anggota Teater Bledhug SMA Negeri 1 Purbalingga. Kenapa aku memposting puisi ini? simple aja si, Puisi ini istilahnya gue banget. Terasa menggigit dan Jlebh total waktu membacanya. anyway, mari kita apresiasi salah satu karya dari Bledhugers yang fenomenal ini :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

About Me

Early 20s weirdo. Quite Venomous.

Quote

"I believe that every saint has a past and every sinner has a future."
-Oscar Wilde

Google+

Mumarifah
Lihat profil lengkapku

Find Me

  • Goodreads
  • Youtube
  • Pinterest
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Followers

Categories

Artikel Bharega Bledhugers Cerita bersambung Daily Story Inspirasi Karyaku Mitologi Yunani Poems Tutorial

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  Agustus (1)
      • It Is Good to be Back!
  • ►  2014 (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (10)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (1)

Popular Posts

  • 9 Karakter Jahat Disney Setelah 'Dipermak'
    Ini bukan postingan asliku. Nemu nih di 9Gag . Tapi apa salahnya sharing kan, haha. Well, siapa sih, yang ngga kenal Disney? Disney telah ...
  • Terjemahan Bebas Puisi Paling Pedih (Saddest Poem) karya Pablo Neruda
     Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih Menulis, misalnya 'Malam runtuh dan bintang menggigil di kejauhan' ...
  • Ebook, kamu di mana?
      Katanya jaman sekarang cari apa pun di google bukan hal yang susah, Katanya di google apa aja ada. Tapi dari kemarin aku nyari Ebook n...
  • Like A Candle in the Wind
    Beberapa hari kemarin, guru bahasa inggrisku yang bernama Bu Ning memutarkan sebuah lagu di kelas untuk bahan latihan listening. Sesaat...
  • It Is Good to be Back!
    Selamat malam dunia! *ketawa genit* Rasanya ngenes juga liat blog ini amat sangat terlantar selama kurang lebih setahun belakangan. Sebenar...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose