• Home
  • About
  • Wattpad
    • Darkness Betrayal
Diberdayakan oleh Blogger.

SPEAK NOW

 

Sayup sayup kudengar
Rintihan pahit yang tergetar
dari bibir keringmu
Tangisan dari mata sayumu
mengalir jauh hingga dagumu
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

 Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih

Menulis, misalnya 'Malam runtuh dan bintang menggigil di kejauhan'

Udara malam berpusar di angkasa dan bernyanyi

Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih
Aku pernah mencintainya, dan sesekali dia pernah mencintaiku pula.

Melewati malam-malam seperti ini, aku merengkuhnya dalam pelukanku
Mengecupnya lagi dan lagi, bernaung langit tak berkesudahan

Dia pernah sesekali mencintaiku, dan aku pernah mencintainya pula.
Bagaimana mungkin aku mampu tak mencintai matanya yang dalam dan tenang?

Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih
Mengingat aku tak lagi memilikinya, merasakan kehilangan atas dirinya

Mendengar malam yang mencekam, lebih kejam karena ketiadaannya
Dan bait-bait puisi menghujani jiwa layaknya embun menetesi padang rumput

Tak mengapa bila cintaku tak sanggup menahannya
Langit meruntuh, dan dia tak lagi denganku

Begitulah. Di kejauhan seseorang bersenandung. Di kejauhan
Jiwaku amatlah mati karena kehilangannya

Pandanganku mencarinya seakan akan aku akan pergi menuju kearahnya
Hatiku menelusuri keberadaannya, dan dia tak lagi bersamaku

Malam yang sama, memutihkan pepohonan yang sama
Kami, yang dulu satu, kini tak lagi sama.

Aku tak lagi mencintainya, itu pasti. Namun betapa dahulu aku mencintainnya
Suaraku berusaha menggapai angin untuk menghantar suaraku menuju telinganya

Milik yang lain. Dia akan menjadi milik yang lain. Seperti kecupanku memilikinya dahulu.
Suaranya. Tubuh cemerlangnya. Matanya yang bulat meneduhkan.

Aku tak lagi mencintainya, itu pasti. Namun mungkin aku masih mencintainya
Mencintai sungguh mudah, melupakan tak terkira waktunya.

Karena malam-malam seperti ini sebelumnya, aku merengkuh dia dalam pelukanku
Jiwaku sangatlah mati tanpa kehadirannya.

Mungkin ini akan menjadi luka terakhir yang ia ciptakan dan membuatku menderita
Dan inilah bait-bait terakhir yang aku tulis untuknya


Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar


Ironis
Ya, dunia ini sungguh ironis dengan segala kehablurannya
Membiaskan cahaya bermakna ambigu
Membuat aku teersesat di antara persimpangan jalan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 


Baterai laptop termasuk komponen penting dalam laptop, kalau diibaratkan, processor adalah otak dan baterai adalah jantungnya. Penting sekali menjaga kualitas baterai laptop agar kinerja laptop kita tidak terganggu. Namun, kebanyakan orang *termasuk saya* tidak paham cara merawat baterai laptop yang benar. Setelah blogwalking ke tetangga sebelah, akhirnya saya mendapat serentetan cara yang simpel namun bermanfaat untuk menjaga performa baterai laptop kita. Berikut cara cara menjaga baterai laptop yang baik dan benar :)

Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar

Another bledughers poems, karya Ema, anggota muda Teater Bledhug kita yang bawel :D
Muda, karena dia baru masuk teater waktu udah kelas 11, jadi bisa kita bully perhitungkan sebagai angkatan adik kelas :D
Menurutku Ema ini ratunya galau, tiap kata kata yang keluar dari mulut unyunya ini pasti ngga jauh jauh dari puitisisme *opo iki* dan galauisme, pokoknya hampir mirip gitu deh sama gueh -_-
Karena bakatnya menggalau inilah dia bisa meramu kata kata menjadi puisi yang membuat banyak orang tergigu karena saking jlebhnya si puisi itu, kok aku bisa bilang gitu? ya soalnya aku sering ngalamin si, habis baca puisinya Ema aku langsung mojok meratapi nasib -_-
Tapi puisi yang mau aku angkat ini ngga termasuk puisi galau, masih dini hari gini mbaca puisi galau ya sama aja bunh diri, ck -_-
Daripada kelamaan nglantur yuk di cek sekarang :D

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar


Aku membuka kelambu dan masuk kedalam kenyamanan kasurku. Memejamkan mataku, merasa dikuasai oleh rasa lelah setelah seharian mendampingi Hades. Lamarannya berputar di kepalaku berkali kali.
Hades bukan pria yang baik untuk semua orang. Jiwanya sudah segelap Tartarus, begitulah kabar burung yang beredar. Tak pernah dia berbelas kasih kepada roh roh yang datang ke Underworld. Egois dan tak berperasaan. Dia menculikku, dan menebar pesonanya padaku hingga aku terjerat. Dan aku tak bisa menghindar dari perangkapnya yang manis ini.
Aku terus bergelung dalam kasurku, memikirkan matang matang semua pilihan yang ada. Dan ternyata, yang ada hanyalah tak-ada-pilihan. Memang benar kata Hades, ibuku jelas akan menolak bila ia datang kepadanya dan mengatakan ingin menikahiku, tapi itu kan yang selalu di lakukan ibuku kepada setiap pria yang mendekatiku? Jadi buat apa aku memikirkan pendapat ibuku?
“..Berhentilah memikirkan pendapat orang lain, bahagiakanlah dirimu sendiri terlebih dahulu”
Kata kata Hades terngiang di benakku. Selama ini aku bahagia bersama ibuku. Dia memberi segala yang aku mau, kecuali cinta dari lawan jenis. Ia ingin agar aku selalu menjadi miliknya. Dan Hades menawarkan kebahagiaan yang aku dambakan itu, dengan penuh resiko tentu.
Cintakah aku padanya? Ya, aku mencintainya. Sejujurnya aku bahagia di sini, bersamanya. Mulut pembualku awalnya mengatakan kalau aku tak yakin aku akan bahagia di sini. Semakin bergulirnya waktu, aku semakin tak yakin kalau aku tak bisa bahagia di sini.
Aku seperti memiliki dua kepribadian dan dua jiwa dalam satu tubuh. Dilema antara tetap tinggal atau kembali, yang menyiksaku semakin dalam.
“Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.”
Hades tak akan membiarkanku menolak lamarannya atau melepaskanku ke upperworld. Membuat harapanku dapat kembali semakin sempit. Menjalin hubungan dengannya sebagai kekasih tak sesulit menjadi pengantin abadinya. Haruskah aku korbankan kemerdekaanku atas upperworld demi dapat berdampingan dengan pria yang aku cintai?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Early 20s weirdo. Quite Venomous.

Quote

"I believe that every saint has a past and every sinner has a future."
-Oscar Wilde

Google+

Mumarifah
Lihat profil lengkapku

Find Me

  • Goodreads
  • Youtube
  • Pinterest
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Followers

Categories

Artikel Bharega Bledhugers Cerita bersambung Daily Story Inspirasi Karyaku Mitologi Yunani Poems Tutorial

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  Agustus (1)
      • It Is Good to be Back!
  • ►  2014 (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (10)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (1)

Popular Posts

  • 9 Karakter Jahat Disney Setelah 'Dipermak'
    Ini bukan postingan asliku. Nemu nih di 9Gag . Tapi apa salahnya sharing kan, haha. Well, siapa sih, yang ngga kenal Disney? Disney telah ...
  • Terjemahan Bebas Puisi Paling Pedih (Saddest Poem) karya Pablo Neruda
     Malam ini aku mampu menulis larik-larik paling pedih Menulis, misalnya 'Malam runtuh dan bintang menggigil di kejauhan' ...
  • Ebook, kamu di mana?
      Katanya jaman sekarang cari apa pun di google bukan hal yang susah, Katanya di google apa aja ada. Tapi dari kemarin aku nyari Ebook n...
  • Like A Candle in the Wind
    Beberapa hari kemarin, guru bahasa inggrisku yang bernama Bu Ning memutarkan sebuah lagu di kelas untuk bahan latihan listening. Sesaat...
  • It Is Good to be Back!
    Selamat malam dunia! *ketawa genit* Rasanya ngenes juga liat blog ini amat sangat terlantar selama kurang lebih setahun belakangan. Sebenar...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose